Preservasi kesuburan pada endometriosis

1. Bagaimana endometriosis dan operasinya dapat memengaruhi kesuburan?

Endometriosis serta tindakan operasi pengangkatan kista (kistektomi) dapat menurunkan cadangan sel telur (ovarian reserve) secara signifikan. Pengangkatan kista secara bedah berisiko menyebabkan penurunan kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH) sebesar 30% hingga 44% akibat hilangnya jaringan sehat ovarium secara tidak sengaja selama prosedur.


2. Mengapa pembekuan sel telur (vitrifikasi oosit) disarankan dilakukan sebelum operasi?

Melakukan pembekuan sel telur sebelum operasi ovarium adalah langkah perlindungan yang paling efektif untuk mengamankan sel telur yang berkualitas sebelum terjadi penurunan cadangan ovarium akibat pembedahan. Tingkat keberhasilan kehamilan di masa depan terbukti berbanding lurus dengan jumlah sel telur matang yang berhasil disimpan.


3. Kapan waktu terbaik untuk berkonsultasi mengenai preservasi kesuburan?

Konseling dan perencanaan preservasi kesuburan sebaiknya dilakukan secara individual sejak dini, sebelum tindakan operasi ovarium dijalankan. Diskusi ini sangat dianjurkan bagi pasien yang memiliki kista di kedua ovarium (bilateral), berusia di atas 35 tahun, atau berisiko memerlukan operasi berulang.


4. Apakah prosedur stimulasi ovarium aman dan dapat memicu kekambuhan endometriosis?

Prosedur stimulasi ovarium untuk mengambil sel telur tidak meningkatkan risiko pemburukan penyakit atau kekambuhan gejala. Saat ini, metode stimulasi Progestin-Primed Ovarian Stimulation (PPOS) dapat digunakan sebagai alternatif yang aman, efisien, dan menghasilkan jumlah sel telur matang yang setara dengan metode konvensional.


5. Apakah ada pilihan tindakan lain selain pembedahan kista konvensional?

Untuk menjaga fungsi ovarium, dokter dapat mempertimbangkan pendekatan alternatif seperti skleroterapi etanol atau teknik operasi invasif minimal yang bertujuan meminimalkan trauma mekanis pada jaringan ovarium sehat